Rabu, 29 Oktober 2025

VLSM: Perhitungan dan Subnetting untuk Jaringan yang Efisien

 


Pengertian VLSM

  • VLSM adalah teknik subnetting di mana dalam satu ruang alamat IP (network block) dapat digunakan beberapa ukuran subnet mask berbeda (yaitu “panjang masker” yang variabel) supaya setiap subnet dapat disesuaikan dengan kebutuhan jumlah host-nya. 

  • Dengan kata lain: alih-alih memaksa semua subnet menggunakan ukuran yang sama (masker yang sama), VLSM memungkinkan agar satu blok IP utama dibagi ke subnet-subnet dengan ukuran yang berbeda-beda. 

  • Contoh ringkas: Jika Anda punya blok 192.168.1.0/24, dan Anda memiliki satu subnet besar dengan ~100 host dan satu subnet kecil hanya dengan ~10 host, maka dengan VLSM Anda bisa memberikan subnet besar misalnya /25 (≈126 host) dan subnet kecil misalnya /28 (≈14 host) — daripada memberikan kedua-duanya /25 dan membuang banyak alamat di subnet kecil. 


Istilah Terkait dan Konsep Dasar

Untuk benar-benar memahami VLSM, penting juga untuk memahami konsep dan istilah-terkait berikut:

Subnet Mask

Masker sub-jaringan adalah angka 32-bit yang terdiri dari serangkaian “1” (bit jaringan) diikuti oleh “0” (bit host). Bit “1” menunjukkan bagian dari alamat IP yang digunakan untuk identifikasi jaringan, sedangkan bit “0” menunjukkan bagian yang digunakan untuk host di dalam jaringan tersebut. 
Contoh: 255.255.255.0 menunjukkan bahwa 24 bit pertama adalah jaringan (sebagai /24) dan 8 bit terakhir untuk host.

Subnetting

Subnetting ialah proses memecah satu blok jaringan besar menjadi beberapa jaringan-kecil (subnet) agar manajemen alamat lebih efisien, broadcast domain lebih kecil, dan kontrol jaringan lebih baik.

FLSM (Fixed Length Subnet Mask)

FLSM adalah teknik subnetting di mana semua subnet yang dibuat dari satu blok utama menggunakan masker yang sama (panjang subnet mask sama). Artinya semua subnet memiliki kapasitas host yang sama. 
Kelemahannya: bisa banyak alamat yang tidak terpakai (“waste”) ketika beberapa subnet besar diberikan ukuran besar padahal hanya membutuhkan sedikit host.

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

CIDR adalah teknik penomoran dan alokasi alamat IP yang tidak tergantung pada kelas A/B/C tradisional, memungkinkan penggunaan prefix (misalnya /20, /22, dll) yang fleksibel dan juga penggabungan (“aggregation”) rute di Internet. 
Hubungannya dengan VLSM: VLSM bisa dianggap sebagai penerapan fleksibilitas masker di dalam satu blok jaringan, sedangkan CIDR lebih pada alokasi blok dan penggabungan rute antardomain.


Bagaimana VLSM Bekerja

Berikut langkah-umum cara menerapkan VLSM dalam desain jaringan:

  1. Identifikasi kebutuhan jumlah host untuk setiap subnet atau segmen jaringan: berapa banyak perangkat (hosts) yang harus dialamatkan. 

  2. Urutkan kebutuhan tersebut dari yang terbesar hingga terkecil (supaya alokasi blok besar dilakukan dulu agar tidak “terpecah” menjadi blok kecil yang mubazir). 

  3. Untuk setiap kebutuhan, pilih subnet mask yang cukup untuk menampung host tersebut, bukan jauh lebih besar dari kebutuhan. Sebagai contoh, jika membutuhkan ~50 host maka pilih subnet mask yang menyediakan ≥50 host (misalnya /26 → 62 usable host) daripada /25 → 126 usable host. 

  4. Alokasikan alamat network dan rentang host dan alamat broadcast untuk tiap subnet dengan blok yang berbeda panjang maskernya, dan pastikan tidak ada tumpang-tindih (overlap) antara subnet. 

  5. Pastikan routing yang digunakan mendukung “masker variabel” (classless routing) — artinya protokol seperti RIP version 2, OSPF, EIGRP, BGP — karena protokol classful (misalnya RIP v1) tidak mengirimkan informasi mask dan maka tidak akan mendukung VLSM dengan baik. 


Hubungan VLSM dengan FLSM & CIDR

  • Dengan FLSM, semua subnet sama ukuran dan menggunakan masker yang sama → lebih sederhana, tetapi bisa banyak waste alamat. 

  • Dengan VLSM, ukuran subnet bisa berbeda sesuai kebutuhan → lebih efisien, tetapi lebih kompleks dalam perencanaan dan manajemen. 

  • CIDR adalah konsep yang lebih luas yang memungkinkan prefix variabel (tidak tergantung kelas) dan agregasi rute, dan VLSM adalah bagian dari bagaimana fleksibilitas itu di-pakai dalam subnetting internal jaringan. 


Kelebihan & Kekurangan VLSM

Kelebihan:

  • Pemakaian ruang alamat IP yang jauh lebih efisien — meminimalkan waste alamat. 

  • Fleksibel — dapat menyesuaikan ukuran subnet sesuai kebutuhan segment-jaringan.

  • Mendukung struktur jaringan yang lebih hierarkis dan terkelola dengan baik.

Kekurangan:

  • Memerlukan perencanaan yang lebih matang dan pengelolaan yang lebih kompleks. 

  • Jika tidak dikelola dengan baik, bisa muncul fragmen-alamat (“address fragmentation”) — blok-blok kecil yang tersebar sehingga sulit dirangkum atau dikelola. 

  • Hanya bisa diterapkan bila routing protokol mendukung classless mask. Jika protokol routing tidak mendukung, maka VLSM tidak akan berjalan optimal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terminasi Konektor FO

  Pengertian Fiber Optik Fiber optik adalah teknologi kabel yang terdiri dari serat kaca atau plastik sangat halus yang digunakan untuk men...